
Apa Itu POP Display?
POP adalah singkatan dari Point of Purchase, yaitu titik ketika pembeli memutuskan membeli. POP display adalah media yang dipasang di titik itu untuk menonjolkan produk, menyampaikan promo, atau membuat produk lebih mudah dijangkau.
Di Indonesia, istilah POP dan POSM sering dipakai untuk barang yang sama. Bedanya hanya pada sudut pandang: POP menekankan tempat keputusan beli, sedangkan POSM menekankan material promosinya.
Jenis POP Display yang Umum Dicetak
| Jenis | Fungsi | Bahan cetak |
|---|---|---|
| Side POP | Membranding sisi rak sepanjang tinggi gondola | PVC |
| Inner POP / inner display | Panel latar di dalam rak atau freezer | PVC, PET |
| POP streamer | Pita promosi di bibir rak | PVC, PP |
| Wobbler dan shelf talker | Promo harga dan info produk di rak | Mika PVC/PET, PP |
| Topper | Dipasang di atas produk besar, misalnya mesin cuci atau kulkas | PVC |
| Counter POP | Display kecil di meja kasir | Akrilik, mika |
Beberapa contoh hasil produksi: side POP, POP kulkas, topper mesin cuci, dan POP streamer.
Pilihan Bahan untuk Cetak POP Display
- PVC ringan, tahan air, dan cukup kaku. Bahan paling umum untuk side POP dan inner display.
- PET lebih bening dan kaku, cocok untuk POP transparan.
- PP lentur dan tahan lipatan berulang, cocok untuk streamer dan clip strip.
- Metalized paper memberi efek kilap metalik untuk produk premium.
- Akrilik untuk POP permanen yang harus kokoh, sering dikombinasikan dengan lampu LED.
Teknik Cetak yang Cocok
Permukaan plastik tidak menyerap tinta seperti kertas. Cetak biasa di plastik mudah tergores dan luntur. Karena itu POP display berbahan plastik umumnya dicetak dengan UV offset: tinta langsung dikeringkan sinar ultraviolet sehingga menempel kuat, tajam, dan tahan gores. Penjelasan lengkapnya ada di artikel apa itu UV offset printing.
Untuk jumlah kecil atau POP akrilik, UV printing digital juga bisa dipakai karena tidak membutuhkan pelat cetak.
Yang Perlu Disiapkan Sebelum Cetak
- Ukuran rak atau lokasi pasang yang sebenarnya, bukan perkiraan.
- File desain dalam format vektor (AI, PDF, atau CDR) dengan resolusi gambar yang cukup.
- Bentuk potong (die-cut). Bentuk custom membutuhkan pisau potong sendiri.
- Jumlah dan durasi pemasangan untuk menentukan bahan dan ketebalan.
- Tanggal pasang supaya jadwal produksi dan pengiriman bisa diatur mundur dari situ.
Kesalahan Umum Saat Cetak POP Display
- Warna di layar berbeda dengan hasil cetak. Layar memakai RGB, mesin cetak memakai CMYK. Minta proof warna sebelum produksi massal.
- Lupa lapisan tinta putih di bahan bening, sehingga warna terlihat pucat dan tembus pandang.
- Teks terlalu kecil untuk dibaca dari jarak pembeli berdiri.
- Garis potong terlalu dekat dengan teks, sehingga sebagian tulisan terpotong.
- Tidak menghitung cara pasang, misalnya POP streamer tanpa perekat yang sesuai dengan permukaan rak.
Kesimpulan
Cetak POP display yang efektif dimulai dari memilih jenis yang sesuai lokasi, bahan yang sesuai durasi, dan teknik cetak yang membuat visual tetap tajam di permukaan plastik. CETAKMIKA mencetak POP display dengan UV offset di PVC, PET, PP, dan metalized, serta memproduksi POP display akrilik untuk kebutuhan permanen.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah POP display sama dengan POSM?
Dalam praktik di Indonesia, ya. POP menekankan lokasi keputusan beli, sedangkan POSM menekankan materialnya, tetapi keduanya merujuk ke media promosi yang sama.
Bahan apa yang paling umum untuk side POP?
PVC, karena ringan, tahan air, cukup kaku, dan mudah dipotong sesuai bentuk desain.
Kenapa POP display plastik sebaiknya dicetak UV offset?
Karena tinta UV langsung kering oleh sinar ultraviolet sehingga menempel kuat di permukaan plastik, menghasilkan warna tajam dan tahan gores.
File desain apa yang dibutuhkan untuk cetak POP display?
Sebaiknya file vektor seperti AI, PDF, atau CDR, lengkap dengan garis potong jika bentuknya custom.
Butuh POSM untuk campaign berikutnya?
Konsultasikan produk, lokasi pasang, dan jumlah outlet Anda. Tim CETAKMIKA bantu dari konsep, desain 3D, hingga produksi massal.
